Alat Musik Sasando Dimainkan Dengan Cara

Alat Musik Sasando Dimainkan Dengan Cara – Sasando mempunyai bagian yang besar berbentuk seperti tabung bambu panjang. Pada intinya alat musik gesek ini berbentuk lingkaran dari atas ke bawah.

Sassando merupakan alat musik yang berasal dari Pulau Rote, dimana terdapat beberapa versi cerita yang menceritakan tentang asal muasal sassando.

Alat Musik Sasando Dimainkan Dengan Cara

Alat Musik Sasando Dimainkan Dengan Cara

Salah satu kisahnya adalah kisah Sanggana yang terjebak di Pulau Ndana dan jatuh cinta pada putri raja. Mengetahui hal tersebut, raja menciptakan syarat untuk memperoleh Sanguana, yaitu alat musik yang berbeda dengan alat musik lainnya. Lalu dia menjadi Sasando ini.

Mengenal 5 Alat Musik Tradisional Indonesia Yang Belum Banyak Diketahui

Faktanya, nama Sasando berasal dari kata Rotarian untuk ‘Sasandu’, yang berarti ‘gemetar atau menangis’. Sassando dinyanyikan dengan iringan musik, puisi, tarian rakyat dan untuk menghibur keluarga yang berduka.

Namun Sasando saat ini belum dikenal dan terletak di kawasan Pulau Rote, juga terdapat di daerah lain di Nusa Tenggara Timur seperti Kupang dan daerah lainnya.

Berdasarkan struktur katanya, sasando dibedakan menjadi dua jenis. Pertama, gong Sasando menggunakan tangga nada pentatonik dua belas senar. Sassando jenis ini sering digunakan dalam musik tradisional Pulau Rote.

Yang kedua adalah biola sassando. Sassando memiliki nada diatonis 48 senar, yang memiliki keunggulan pada variasi musik yang dapat dimainkannya.

Alat Musik Tradisional Beserta Daerahnya

Sasando sering dinyanyikan untuk mengiringi musik dan tarian masyarakat Nusa Tenggara Timur. Sejak tahun enam puluhan, alat musik ini berkembang menjadi samando elektrik yang dibawakan oleh pemain sasando bernama Edu Pah dari NTT.

Sando adalah alat untuk memotong musik. Namun sasando dimainkan dengan cara khusus, yakni menggunakan kedua tangan secara lurus. Tangan kanan memainkan akordeon dan tangan kiri memainkan musik atau bass.

Selain itu, keterampilan memetik jari juga sangat penting. Hampir seperti harpa, keterampilan memetik senarnya berpengaruh besar terhadap bunyinya, apalagi jika memainkan nada-nada dengan tempo cepat, ketangkasan sangat penting. salah satunya ada di Art. Alat musik tradisional merupakan salah satu kesenian tradisional.

Alat Musik Sasando Dimainkan Dengan Cara

Misalnya saja alat musik tradisional dalam kesenian tersebut adalah alat musik Sasando yang berasal dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dengan berbagai keunikannya, Sassando mewakili ciri khas daerah NTT.

Contoh Alat Musik Melodis Dan Penjelasannya Yang Perlu Dipahami

Sebagai alat musik tradisional yang berasal dari masyarakat Rhode Island, Sassando memiliki cerita unik di balik penciptaannya yang dipercaya oleh masyarakat.

Dapat digolongkan sebagai cerita rakyat, asal muasalnya berasal dari Sanggana yang tersesat di pulau tersebut. Kemudian Sangha jatuh cinta pada putri raja setempat dan ingin menikahinya.

Ketika raja mendengar hal ini, ia menjadi sangat marah dan menolak mengizinkan Sangha menikahi putranya. Maka raja memberikan syarat kepada Sanggana jika ingin mempersunting gadis itu. Kepentingan tersebut memerintahkannya untuk membuat sebuah alat musik yang berbeda dari yang lain.

Saat berada di sana, Sangha memimpikan sebuah alat musik yang memiliki penampilan indah dan suara yang indah. Inilah alat musik yang nantinya menyatukan wilayah Sanggana dan Putri yang kemudian diberi nama Sasando atau Sasandu.

Terinspirasi Dari Alat Musik Sasando, Gedung Di Ntt Ini Malah Jadi Tujuan Wisata Warga

Arti kata “Sasandu” sendiri berasal dari bahasa Rote yang berarti “bergetar atau bergetar”. Diketahui alat musik ini sudah ada sejak abad ke-7.

Dengan suara yang beragam dan dapat dimainkan dengan berbagai genre non-listrik seperti musik tradisional dan pop, Sassando memiliki beberapa kegunaan dalam repertoarnya.

Beberapa fungsi alat musik ini antara lain pengiring lagu, puisi, tarian rakyat, dan penghibur keluarga yang berduka. Seiring berjalannya waktu, kecil kemungkinan alat musik tradisional ini memiliki kegunaan yang lebih banyak dibandingkan saat pertama kali diciptakan.

Alat Musik Sasando Dimainkan Dengan Cara

Bagian utamanya berbentuk tabung panjang yang terbuat dari bambu khusus dan dipasang secara vertikal. Terdapat tempat di atas dan di bawah tabung untuk mengatur getaran senar guna menghasilkan suara dan nada yang benar.

Alat Musik Pada Gambar Di Samping Berasal Dari…

Di tengah bambu terdapat buluh, penyangga yang berfungsi mengubah tangga nada dan menciptakan nada berbeda untuk setiap senar yang dipetik.

Di luarnya berbentuk baskom, ada bejana bunyi yang disebut Hayk. Hayk terbuat dari anyaman daun lontar dan berfungsi sebagai dawai untuk membunyikannya. Selain itu bentuknya yang cekung dan warnanya yang unik membuat alat musik Sasando ini sangat diminati.

Berbeda dengan alat musik lainnya, sasando dimainkan dengan kedua tangan dengan cara berbeda saat dilucuti. Pasalnya, senar sasando mengelilingi tabung bambu sehingga harus dimainkan kedua sisinya. Tangan kanan bertugas memainkan akord sedangkan tangan kiri memainkan melodi atau bass.

Memainkan Sassando membutuhkan hubungan yang kuat antara rasa dan teknik untuk menciptakan nada yang seimbang dan menyenangkan. Selain itu, ketangkasan jari juga turut diperhatikan karena berpengaruh signifikan terhadap suara yang dihasilkan. Selain itu, ketangkasan jari juga sangat berguna dalam olahraga atletik.

Sasando, Alat Musik Petik Yang Unik

Berdasarkan perkembangannya, Sasando terbagi menjadi dua jenis. Yang pertama adalah Sassando tradisional, dimainkan tanpa perangkat elektronik seperti amplifier atau akustik.

Yang kedua adalah Sassando modern yang dapat dimainkan dengan alat musik elektronik, berbeda dengan Sassando tradisional. Biasanya sasando modern jenis ini dimainkan di panggung-panggung besar atau pertunjukan modern lainnya.

Sedangkan genre Sasando dibagi menjadi empat berdasarkan bunyinya. Lutut Sassando yang memiliki 28 senar merupakan tipe pertama. Tipe kedua adalah sassando ganda, yang memiliki ciri akord 56/48 sehingga memiliki jangkauan suara yang luas.

Alat Musik Sasando Dimainkan Dengan Cara

Yang ketiga adalah Sassando gong yang bunyinya seperti gong, dan yang terakhir adalah Sassando yang bunyinya seperti biola.

Sri Lanka Klaim Alat Musik Sasando, Pemprov Ntt Protes Ke Wipo

Berdasarkan jenis-jenis Sasando di atas tentunya terdapat sedikit perbedaan pada gameplaynya. Oleh karena itu, penggunaan setiap jenisnya harus sesuai dengan keterampilan dan kebutuhan masing-masing pemain.

Saat ini, Sassando atau disebut juga Sassando modern telah mengalami sejumlah perubahan, mulai dari perubahan kekuatan hingga bentuk bodi yang dimodifikasi.

Alat musik Sasando masa kini tidak hanya terbuat dari bambu khusus saja, namun pada tahun 1960an dibuat menjadi alat elektronik yang ditemukan oleh pemain Sasando bernama Edu Pah.

Seperti yang dijelaskan Munus sebelumnya, Sassando modern dapat memainkan berbagai jenis musik di luar Sassando tradisional, seperti musik Barat, musik Cina, musik Jawa, dll.

Buat Kamu Terkesan Dengan 4 Alat Musik Tradisional Khas Indonesia Ini

Alat musik ini telah mendunia dan tampil di panggung-panggung besar di seluruh dunia. Seperti yang terjadi pada penyanyi berbakat NTT Sassando bernama Jacob Bullan yang menggelar konser tunggal di Paris yang diselenggarakan oleh KBRI.

Dapatkan berita terkini setiap hari di Traveling Indonesia dan jangan lupa untuk follow akun media sosial kami: Instagram, Facebook, Twitter, dan TikTok.

Pos berikutnya Jangan pulang dulu sebelum belanja di Malang. Jakarta Travel Fair selanjutnya akan digelar di Medan pada tanggal 26-28 Agustus 2022. Sobat traveller, masih ingatkah kamu dengan uang kertas pecahan 5.000 rupiah yang dikeluarkan Bank Indonesia pada tahun 1992? Nampaknya akun-akun yang sangat langka ini kini dijual jauh di atas nilainya, mulai dari puluhan hingga ratusan ribu. Koin kuning besar menampilkan Danau Kelimutu di satu sisi dan Sassando di sisi lain. Kali ini redaksi mengajak Sahabat Wisata untuk mengenal lebih jauh tentang Sassando.

Alat Musik Sasando Dimainkan Dengan Cara

Sassando adalah alat musik tradisional pulau Rote di Nusa Tenggara Timur. Namun alat musik gesek ini terdapat di seluruh Nusa Tenggara Timur. Sasando berasal dari kata sasandu (Rotali) yang artinya menggetarkan atau mengeluarkan suara.

Alat Musik Ntt

Sassando diyakini sudah ada pada tahun Masehi. Dari abad ke-7. Alat musik ini sering dikaitkan dengan sejarah Sanggana. Suatu hari Sangha mengunjungi Pulau Ndana. Di sana Sangha jatuh cinta pada putri raja. Ketika hendak bertanya kepada putri raja, raja memberi perintah. Sangha harus mampu menciptakan alat musik yang berbeda dengan alat musik yang sudah ada.

Suatu malam Sangha bermimpi. Dalam mimpinya Sangga sedang memainkan alat musik yang penampakannya indah dan suaranya jernih. Sangga pun membuat alat musik bernama Sasando dan mempersembahkannya kepada raja. Raja yang heran kemudian menikahkan putrinya dengan Sanggana.

Bagian utama sasando berupa batang bambu yang dililitkan dengan tali atau benang. Bagian atas dan bawah digunakan untuk menarik tali. Pada saat yang sama, biasanya terdapat senda (tali penyangga) di antara bambu, yang berfungsi sebagai pengatur nada. Dahulu tali ini dibuat dari tulang daun gewang. Bahkan menurut artikel ini, ada pula yang dibuat dari usus luwak yang dikeringkan.

Batang bambu yang dibalut dengan tali dimasukkan ke dalam wadah berbentuk gambar yang terbuat dari daun lontar. Ember yang disebut haik ini berfungsi sebagai alat vokal. Hanya bagi masyarakat Rote, kurma (Borassus flabellifer) mempunyai makna dan nilai filosofis. Sobat wisata bisa dengan mudah menemukan pohon ini di berbagai sudut Pulau Rote. Karena mudah tumbuh di sana, pohon palem tidak dihitung sebagai harta benda atau pusaka. Lontar juga tidak pernah dijual karena merupakan andalan hidup masyarakat Rhode Island.

Pernah Tampil Di Istana Negara, Pelestari Sasando Ini Jago Mainkan Lagu The Beatles!

Sasandois terbaik Sebuah postingan yang dibagikan oleh Sasando Official Info (@sasando_ntt) pada tahun 2016. pada 8 Oktober pukul 4:33 pagi PDT

Konon awalnya Sassando hanya memiliki 7 tali pusar, hal ini menunjukkan bahwa anak berusia tujuh bulan itu tumbuh dengan baik. Selain itu ada pula Sassando yang memiliki 9 dawai yang melambangkan bayi yang siap dilahirkan ke dunia.

Bentuk Sassando yang paling populer adalah Sassando Gong yang memiliki 12 senar dengan nada pentatonik. Sasando jenis ini mempunyai bunyi gong dan sering digunakan dalam musik tradisional Pulau Rote. Seiring berjalannya waktu, berbagai jenis Sassando mulai bermunculan. Ada Sassando Engkel yang memiliki 28 senar, dan Sassando Dobel yang memiliki 56 atau 84 senar. Pada akhir abad ke-18, biola sasando dengan 48 senar mulai dibuat di Kupang.

Alat Musik Sasando Dimainkan Dengan Cara

Alat musik dimainkan dengan cara dipetik, cara membuat alat musik sasando, alat musik sasando berasal dari daerah nusa tenggara timur yang dimainkan dengan cara, alat musik sasando dimainkan dengan, alat musik gambang dimainkan dengan cara, alat musik gambang kromong yang dimainkan dengan cara dipukul adalah, cara alat musik sasando, sasando dimainkan dengan cara, alat musik pianika dimainkan dengan cara, sasando adalah alat musik yang dimainkan dengan cara, alat musik tamborin dimainkan dengan cara, alat musik tradisional yang dimainkan dengan cara dipukul

Leave a Comment